Ekonomi global jadi kendala dalam proyek listrik 35.000 MW

Ekonomi global jadi kendala dalam proyek listrik 35.000 MW - Hallo sahabat WARTA BERITA ONLINE, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Ekonomi global jadi kendala dalam proyek listrik 35.000 MW, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita Ekonomi, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Ekonomi global jadi kendala dalam proyek listrik 35.000 MW
link : Ekonomi global jadi kendala dalam proyek listrik 35.000 MW

Baca juga


Ekonomi global jadi kendala dalam proyek listrik 35.000 MW

Reporter : Saugy Riyandi | Minggu, 7 Agustus 2016 21:00

Merdeka.com - Proyek kelistrikan 35.000 MW diharapkan selesai pada lima tahun ke depan masih terus berlanjut. Proyek ini dibagi atas dua wilayah yaitu PLN sebesar 10.000 MW dan swasta sebesar 25.000 MW.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha mengatakan kendala utama dalam pengembangan program tersebut adalah perlambatan ekonomi global. Apalagi, pemerintah mengundang swasta untuk menggarap proyek ini.

"Mengundang investor dalam kondisi ekonomi global seperti sekarang sangat sulit. Apalagi, harga jual yang ditawarkan tak cukup menjanjikan," ujar Satyadalam diskusi Energi Kita yang digagas RRI, merdeka.com, IJTI dan IKN di Hall Dewan Pers, Jakarta, Minggu (7/8).

Menurutnya, kondisi saat ini membuat swasta tidak bisa segesit yang dibayangkan untuk berinvestasi. Permasalahan untuk berinvestasi di Indonesia dikatakan masih sulit terutama soal lahan. Terutama bagi investor asing dan swasta. Sampai saat ini pihak investor swasta sudah berkontribusi sebesar 8.361 MW dari 25.000 MW.

"Swasta itu 8.361 MW. PLN ya seperti Gorontalo, sudah disahkan oleh presiden sebanyak 100 MW, PLN sudah banyak membangun. Kita tidak punya data lengkapnya, kita hanya menyiapkan program," kata Dirjen Ketenagalistrikan ESDM Jarman.

Dalam hal mengatasi masalah mengenai lahan dan investor, Kementerian ESDM berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut. Hal ini dapat dijadikan evaluasi kementerian agar terselesaikannya program listrik 35.000 MW.

"Evaluasi ini memang harus dilakukan setiap tahun, agar masalah dapat teratasi. Ini membuktikan pemerintah terus konsisten," jelas Direktur Pembina Program Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Alihuddin Sitompul.

Laporan: Aisyah

Baca juga:
ESDM: Walaupun ganti pimpinan, 35.000 MW jalan terus
Menteri Tahar cari formula harga energi primer pembangkit listrik
Pengusaha: Proyek 35.000 MW tak secepat harapan Presiden Jokowi
PLN operasikan pembangkit kedua program 35.000 MW di Lombok
Atasi krisis listrik, Kalteng butuh dana Rp 2 T hingga 2021
Bos PLN menolak cap pembangkang dari Menteri Sudirman
Bos PLN akui cari keuntungan biar bisa bangun proyek 35.000 MW

[sau]

Rekomendasi Pilihan



Sumber : Google Alert - ekonomi


Demikianlah Artikel Ekonomi global jadi kendala dalam proyek listrik 35.000 MW

Sekianlah artikel Ekonomi global jadi kendala dalam proyek listrik 35.000 MW kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Ekonomi global jadi kendala dalam proyek listrik 35.000 MW dengan alamat link https://wartaberita9.blogspot.com/2016/08/ekonomi-global-jadi-kendala-dalam.html

0 Response to "Ekonomi global jadi kendala dalam proyek listrik 35.000 MW"

Posting Komentar