Judul : Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi
link : Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi
Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi
BERITA TERKAIT
-
Jokowi Dinilai Boros Anggaran, Pengamat: Harusnya Beri Contoh Dulu
-
Perekonomian Indonesia Tumbuh Melampaui Prediksi
-
BPS Catat Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,18 % di Kuartal II-2016
-
Dorong Perekonomian, Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan ke-13
JawaPos.com – Sentimen positif yang menjadi bekal tim ekonomi baru Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus dijaga dengan tidak mengeluarkan kebijakan yang justru menjadi blunder bagi pertumbuhan ekonomi. Dalam sebuah diskusi di Jakarta Sabtu (6/8), ekonom senior Faisal Basri menuturkan, momentum pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua tahun ini yang mencapai 5,18 persen perlu dijaga.
Faisal berkaca pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2015 yang mencapai 5,04 persen. Tetapi tidak bisa dijaga dan akhirnya jeblok menjadi 4,92 persen pada triwulan I 2016. ”Masih seperti ini. Jadi harus dijaga,” katanya sambil menggerakkan tangan kanannya naik turun dan naik lagi. Karena itulah, dia tidak terlalu yakin pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun bisa finis di 5,2 persen sesuai dengan target pemerintah. Angka di atas 5 persen sudah merupakan capaian memuaskan.
Mantan ketua tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) itu berharap presiden maupun para menteri tidak melakukan blunder dalam memberikan keterangan ataupun mengeluarkan kebijakan. Faisal lantas memberikan contoh ketika presiden menyampaikan keputusan soal Blok Masela.
”Disampaikan presiden begitu saja tanpa ada ketentuan tertulis. Akibatnya, surat yang disampaikan ke Inpex berdasar keterangan presiden saat konferensi pers. Itu kan tidak betul,” tegasnya. Contoh lainnya adalah lelang PLTU Jawa 5 sebesar 2 x 1.000 mw yang tiba-tiba dibatalkan. Padahal, sudah tersisa dua calon investor.
Hiruk pikuk juga muncul di Kementerian BUMN karena Menteri Rini Soemarno terus menggoreng isu pembentukan holding dan super holding. Faisal mengaku tidak tahu apa yang ada di pikiran Rini. Apalagi, beberapa perusahaan BUMN terus diasupi penyertaan modal negara (PMN).
Faisal menyebutkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani bisa mendapat penghematan lagi jika tidak mengucurkan PMN. ”Biarkan perusahaan BUMN itu mencari duit sendiri. Biar mereka merasakan sulitnya dapat uang kalau manajemennya tidak dibereskan. Jangan perusahaan yang bobrok terus dikasih uang dan tidak ada keinginan untuk memperbaiki diri,” paparnya.
Sumber : Google Alert - ekonomi
Demikianlah Artikel Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi
Anda sekarang membaca artikel Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi dengan alamat link https://wartaberita9.blogspot.com/2016/08/jaga-momentum-pemulihan-ekonomi.html
0 Response to "Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi"
Posting Komentar