Menperin Targetkan Kontribusi Industri Terhadap PDB Meningkat Hingga 25%

Menperin Targetkan Kontribusi Industri Terhadap PDB Meningkat Hingga 25% - Hallo sahabat WARTA BERITA ONLINE, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Menperin Targetkan Kontribusi Industri Terhadap PDB Meningkat Hingga 25%, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita Ekonomi, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Menperin Targetkan Kontribusi Industri Terhadap PDB Meningkat Hingga 25%
link : Menperin Targetkan Kontribusi Industri Terhadap PDB Meningkat Hingga 25%

Baca juga


Menperin Targetkan Kontribusi Industri Terhadap PDB Meningkat Hingga 25%

Bandung - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto (AH) bertekad akan meningkatkan kontribusi sektor industri bagi pendapatan negara. Hingga tahun 2019, target yang ditetapkan adalah memberi kontribusi hingga 25 persen bagi kas negara.

"Saya diamanahkan oleh bapak presiden untuk meningkatkan kembali kontribusi sektor industri terhadap perekonomian Indonesia. Diharapkan pada tahun 2019 mendatang kontribusi industri diharapkan dapat meningkat hingga 25 persen dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita sudah dapat mencapai angka sebesar US$ 6.000," kata AH dalam pidato saat menjadi warga kehormatan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (20/8).

Ia menjelaskan sejak krisis moneter pada tahun 1998, pertumbuhan industri non migas cenderung berada di bawah pertumbuhan ekonomi dengan rata-rata per tahun sektar 5-6 persen. Pada semester 1 2016 pertumbuhan industri non migas hanya mencapai 4,54 persen.

Peran sektor industri non migas terhadap perekonomian pernah mencapai posisi tertinggi pada 2008-2009 yaitu hampir mencapai 30 persen.

"Pembangunan sektor industri bukanlah sesuatu yang dapat diselesaikan hanya oleh satu-dua lembaga. Dibutuhkan sinergitas dan komitmen kuat dari seluruh komponen dan stakeholders dari hulu hingga hilir serta dari para pembuat kebijakan hingga para pelaku industri itu sendiri," ujar menteri dari Partai Golkar ini.

Dia mengemukakan bangsa ini tidak ingin terjebak dalam fenomena Middle-Income Trap, di mana banyak negara menunjukkan tantangan terbesar justru pada saat negara berpenghasilan menengah terlalu terlena sehingga gagal menembus tingkatan yang lebih tinggi. Seperti yang dialami oleh beberapa negara industri misalnya Brazil, Afrika Selatan, dan Mexico.

Situasi ini disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan sektor industri, rendahnya diversifikasi industri dan investasi. Dengan demikian, mendorong kinerja sektor industri merupakan cara yang tepat untuk menghindari Middle-Income Trap.

"Dalam upaya untuk meningkatkan kinerja sektor industri nasional, diperlukan strategi pembangunan industri nasional yang memperkuat struktur industri yang meliputi antara lain, pembangunan kualitas sumber daya manusia, teknologi, dan infrastruktur industri," tuturnya.

Menurutnya, untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas, pemerintah akan melakukan perbaikan sistem pendidikan dan mendorong bertumbuhnya kewirausahaan.

Pembenahan sistem pendidikan diharapkan akan mampu menjawab kebutuhan industri sehingga mewujudkan link and match antara dunia industri dan dunia pendidikan. Pemerintah akan mendorong sinergitas antara dunia usaha dan perguruan tinggi untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan vokasional di sekitar kawasan-kawasan industri sesuai industri unggulan yang ada di setiap wilayah.

Untuk mempercepat realisasi pendirian pendidikan vokasional tersebut, pemerintah memberikan faslitas yang diperlukan berupa insentif sehingga pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran yang besar untuk membangun lembaga-lembaga pendidikan vokasional tersebut.

"Kewirausahaan di sektor industri diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan dan memperkuat struktur industri. Pemerintah menargetkan akan mencetak 200.000 wirausahawan dengan mendorong bertumbuhnya Industri Kecil Menengah (IKM). Saat ini terdapat 3,6 juta unit usaha yang merupakan 90 persen dari total unit usaha industri nasional. IKM menyerap 8,7 juta tenaga kerja dan terbukti mampu meningkatkan ekonomi nasional dan mengatasi kemiskinan," tutupnya.

Suara Pembaruan

Robertus Wardi/FMB

Suara Pembaruan



Sumber : Menperin Targetkan Kontribusi Industri Terhadap PDB Meningkat Hingga 25%


Demikianlah Artikel Menperin Targetkan Kontribusi Industri Terhadap PDB Meningkat Hingga 25%

Sekianlah artikel Menperin Targetkan Kontribusi Industri Terhadap PDB Meningkat Hingga 25% kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Menperin Targetkan Kontribusi Industri Terhadap PDB Meningkat Hingga 25% dengan alamat link https://wartaberita9.blogspot.com/2016/08/menperin-targetkan-kontribusi-industri.html

0 Response to "Menperin Targetkan Kontribusi Industri Terhadap PDB Meningkat Hingga 25%"

Posting Komentar