Redefinisi Ekonomi Lampung Barat

Redefinisi Ekonomi Lampung Barat - Hallo sahabat WARTA BERITA ONLINE, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Redefinisi Ekonomi Lampung Barat, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita Ekonomi, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Redefinisi Ekonomi Lampung Barat
link : Redefinisi Ekonomi Lampung Barat

Baca juga


Redefinisi Ekonomi Lampung Barat

Logo Kabupaten Lampung Barat. Dok. Lampost.co

LAMPUNG Barat setelah dimekarkan dengan berdirinya Pesisir Barat sebagai daerah otonom perlu mendefinisikan ulang keberadaannya sebagai daerah otonom. Selama ini Lampung Barat telah mendefinisikan diri sebagai kabupaten konservasi. Identitas konservasi karena sebagian besar wilayah Lampung Barat merupakan daerah konservasi yang tidak dapat dimanfaatkan sebagai kawasan produktif.
Dalam konteks ini, Lampung Barat masih tetap relevan sebagai kawasan konservasi, karena itu, identitas sebagai kabupaten konservasi masih tetap dapat dipertahankan. Lalu apa yang mesti diubah?
Tentu dengan wilayah yang saat ini ada, potensi sumber daya alam serta kondisi sosial dan ekonomi berubah, termasuk politiknya. Perubahan ini cukup mencolok karena wilayah pesisir dan laut tidak lagi menjadi identitas, termasuk pantainya yang mulai terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan manca negara (terutama peselancar).
Komoditas damar dan ikan laut tidak lagi menjadi identitas, tidak lagi menjadi wilayah yang dilalui jalan lintas Sumatera (lintas barat). Perubahan ini berimplikasi luas terhadap potensi sumber daya alam serta kinerja sosial dan ekonomi Lampung Barat.

Kental Kelokalan
Potensi sumber daya alam Lampung Barat masih memiliki identitas yang mencolok, terutama untuk kegiatan pertanian khususnya perkebunan. Komoditas kopi yang sudah terkenal masih akan menjadi identitas Lampung Barat. Justru identitas ini harus makin diperkuat sehingga berimplikasi luas terhadap perekonomian daerah.
Kopi arabika dan kopi luwak merupakan merek dagang yang sudah dikenal luas. Karena itu, harus dijaga keberlanjutannya. Konsekuensinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat harus mendefinisikan ulang keberadaan komoditas kopi sebagai ikon daerah dan penggerak perekonomian daerah.
Dengan demikian, Lampung Barat harus membangun konsep ekonomi kopi. Ekonomi kopi berbasis nilai tambah sehingga berimplikasi luas. Pertama, rakyat harus dijaga agar tetap mengusahakan perkebunan kopi. Untuk itu, kopi harus mampu menjamin kesejahteraan petani.
Dalam hal ini yang harus dilakukan adalah menjaga kepastian harga. Pemkab harus membangun struktur pasar yang sehat. Artinya, harus ada intervensi tanpa harus mendistorsi pasar. Kedua, perkebunan kopi harus dikembangkan sebagai perkebunan terpadu dengan komoditas utama kopi. Dalam hal ini harus ada sumber pendapatan lain bagi petani kopi sehingga tidak hanya mengandalkan kopi sebagai sumber penghasilannya. Dan, Pemkab harus merintis dan mengembangkannya sebagai pola baru perkebunan kopi rakyat.
Ketiga, harus dikembangkan hilirisasi kopi. Kopi harus menjadi produk olahan. Olahan pertama adalah kopi bubuk. Sudah banyak yang mengupayakan tapi belum ada identitas yang kuat. Harus ada pencitraan kopi Lampung Barat. Dinas Perkebunan Provinsi Lampung pernah menguji citarasa beberapa jenis/lokasi kopi, tinggal lagi dikemas pemasarannya melalui merek lokal sebagai identitas yang kuat. Pemkab yang di depan untuk menggerakkannya, swasta yang mengaplikasikannya secara bisnis.
Lebih jauh adalah mengembangkan produk olahannya dalam produk kuliner. Wisata kuliner sudah meluas dan kopi Lampung Barat bisa memperkaya kuliner Lampung dengan menjadi ikon. Ini inspirasi yang menarik karena ada kesan yang kuat terhadap kripik pisang rasa kopi, karena selama ini yang banyak justru rasa cokelat, keju, dll. Kripik pisang sudah kuat citranya sebagai produk Lampung. Kalau dipadukan dengan rasa kopi, akan semakin kuat kesan Lampungnya.
Wilayah sejuk/dingin merupakan kekuatan untuk menghasilkan sayur-sayuran dan bunga. Sayuran sudah semakin berkembang tapi skalanya harus diperbesar sehingga mengkristal menjadi identitas lokal. Harus ada upaya sistematis mencari identitas sayur lokal. Dalam hal ini peran Pemkab menjadi penting untuk merintisnya, termasuk memfasilitasi infrastruktur yang mendukung bisnis sayur karena sifatnya yang cepat rusak (layu, busuk). Wilayah dingin juga cocok untuk bunga dan sapi perah. Hal ini sangat pas untuk dikombinasi dalam pertanian holtikultura terpadu (ternak dan bunga).

Dinamisasi Makna Konservasi
Identitas Kabupaten Konservasi haruslah dimaknai secara dinamis, dalam artian tetap memberi dampak ekonomi walau dengan tidak merubah rona lingkungan sebagaimana fungsinya. Secara terbatas, fungsi ekonomi kawasan konservasi harus tetap terbuka agar konsep kabupaten konservasi mendapat dukungan luas dari rakyat.
Konsep kebun raya yang sudah dirintis adalah salah satunya. Kebun raya selain menjadi ikon konservasi juga harus menjadi ikon ekonomi daerah. Pemkab harus berinovasi untuk mengembangkannya dan rakyat diberdayakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan. Masih banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya dengan hasil nonkayu di hutan seperti rotan atau buah kemiri dll.
Termasuk dalam hal ini adalah mendorong tanaman kayu di lahan produktif rakyat, terutama sebagai tanaman selingan karena butuh waktu yang cukup lama. Kayu diibaratkan tabungan bagi rakyat untuk menjamin kebutuhan dimasa depan. Komoditas kayu bisa dikembangkan tanpa harus merambah kawasan konservasi. Kayu apa yang harus dikembangkan dan menjadi identitas lokal menjadi penting untuk dicermati Pemkab. Bersamaan dengan itu, konsep ekonomi kayu disiapkan melalui dukungan teknologi dan rakyat yang terampil.
Semua aktivitas ekonomi tersebut mempunyai daya tarik sehingga dapat menjadi objek wisata. Memang yang cenderung cocok adalah wisata khusus dalam artian wisata minat, khususnya yang terkait dengan alam dan budaya. Wisata petualangan menjadi pilihan yang menarik untuk dikembangkan bersamaan dengan berkembangnya aktivitas ekonomi rakyat.
Ada kampung kopi, ada kebun sayur, ada taman bunga, ada kandang sapi perah dan identitas lainnya. Rumah kayu adalah kearifan lokal karena termasuk daerah rawan gempa dan daerah dingin. Dengan pengembangan budi daya kayu, rumah panggung dan kayu dapat dijaga keberlanjutannya sebagai identitas lokal yang menarik sebagai objek wisata.
Saat ini merupakan momentum yang pas bagi Lampung Barat untuk segera mendefinisi ulang keberadaannya sebagai daerah otonom yang berubah, terutama mendefinisi ulang ekonominya sebagai penggerak kemajuan daerah. Lampung Barat membutuhkan pendekatan baru dan strategi yang baru untuk kemajuannya di masa depan. Potensi sangat kaya dan peluang sangat terbuka, tinggal komitmen untuk membangun secara terencana dengan konsep yang pas. Ayo bangun Lampung Barat!



Sumber : Redefinisi Ekonomi Lampung Barat


Demikianlah Artikel Redefinisi Ekonomi Lampung Barat

Sekianlah artikel Redefinisi Ekonomi Lampung Barat kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Redefinisi Ekonomi Lampung Barat dengan alamat link https://wartaberita9.blogspot.com/2016/08/redefinisi-ekonomi-lampung-barat.html

0 Response to "Redefinisi Ekonomi Lampung Barat"

Posting Komentar