Judul : Mahasiswa Ikut Protes Rencana Penurunan Biaya Interkoneksi
link : Mahasiswa Ikut Protes Rencana Penurunan Biaya Interkoneksi
Mahasiswa Ikut Protes Rencana Penurunan Biaya Interkoneksi
Liputan6.com, Jakarta - Acuan biaya interkoneksi baru yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika menuai pro dan kontra. Pasalnya, biaya tersebut diturunkan rerata 26 persen menjadi Rp 204 per menit untuk 18 skenario panggilan.
Di kubu kontra, tak hanya Telkom yang keberatan, tetapi juga kalangan mahasiswa dari Indonesia Timur yang ikut memprotes kebijakan tersebut.
Protes ini disampaikan oleh Koalisi Mahasiswa Indonesia Timur Untuk Mengawal Nawacita (KOMITMEN), melalui Perwakilan Koalisi Mahasiswa Maluku, Abdul Rahim, usai bertemu dengan pimpinan Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Strategis di Jakarta akhir pekan lalu.
Menurutnya, kebijakan itu akan menguntungkan perusahaan telekomunikasi asing dan merugikan operator telekomunikasi BUMN hingga triliunan rupiah.
Operator telekomunikasi yang dimaksud adalah Telkom yang merupakan perusahaan milik negara (BUMN). "Kerugian Telkom berarti kerugian negara. Kami berharap Menkominfo lebih fokus pada penyediaan layanan telekomunikasi hingga ke pelosok nusantara," tuturnya dalam keterangan tertulis.
Abdul menambahkan, kawasan Timur Indonesia masih membutuhkan pembangunan infrastuktur dan jaringan telekomunikasi.
Jika biaya interkoneksi diturunkan, ia khawatir ini akan menghambat upaya pemerintah memperluas pembangunan jaringan telekomunikasi hingga ke pelosok Tanah Air."Kawasan Indonesia Timur, seperti di Papua, masih banyak saudara kami yang belum menikmati jaringan telekomunikasi," kata Abdul.
Hal senada disampaikan Wakil Koalisi Mahasiswa dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Ahmad Nasir Rarasina, usai bertemu dengan Ketua Umum FSP BUMN Strategis (FSP-BUMN Strategis), Wisnu Adhi Wuryanto, di Warung Daun Cikini Jakarta beberapa waktu lalu.
Namun pada prinsipnya, ia sangat mendukung setiap upaya pembangunan dan perluasan jaringan telekomunikasi di seluruh pelosok Nusantara.
"Sebagai mahasiswa, kami sangat respek terhadap apa yang disuarakan oleh FSP BUMN Strategis yang menolak kebijakan yang tidak menguntungkan masyarakat. Apalagi kebijakan itu berpotensi merugikan BUMN yang selama ini membangun jaringan telekomunikasi di Indonesia timur," kata Ahmad.
Sementara itu, Wisnu Adhi Wuryanto menyatakan akan terus menyuarakan penolakan terhadap kebijakan Menkominfo Rudiantara yang berencana menurunkan biaya interkoneksi.
Apalagi kebijakan penurunan biaya interkoneksi itu juga akan diikuti dengan Revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 52 dan 53 tahun 2000 terkait network sharing atau berbagi jaringan.
Jika revisi terkait network sharing tersebut dilakukan, operator telekomunikasi yang hanya membangun jaringan telekomunikasi di perkotaan akan semakin malas membangun jaringan hingga ke pelosok Tanah Air.
Padahal pada modern licensing, setiap operator telekomunikasi yang mendapat lisensi nasional memiliki kewajiban membangun jaringan ke seluruh Nusantara. "Jangan sampai regulasi ini merugikan operator yang telah bersusah payah membangun jaringan," pungkasnya.
(Dew/Cas)
Sumber : Mahasiswa Ikut Protes Rencana Penurunan Biaya Interkoneksi
Demikianlah Artikel Mahasiswa Ikut Protes Rencana Penurunan Biaya Interkoneksi
Anda sekarang membaca artikel Mahasiswa Ikut Protes Rencana Penurunan Biaya Interkoneksi dengan alamat link https://wartaberita9.blogspot.com/2016/09/mahasiswa-ikut-protes-rencana-penurunan.html
0 Response to "Mahasiswa Ikut Protes Rencana Penurunan Biaya Interkoneksi"
Posting Komentar