Judul : Waspadai Aksi Teror Susulan, Gereja di Sumut Dijaga Ketat
link : Waspadai Aksi Teror Susulan, Gereja di Sumut Dijaga Ketat
Waspadai Aksi Teror Susulan, Gereja di Sumut Dijaga Ketat
Waspadai Aksi Teror Susulan, Gereja di Sumut Dijaga Ketat
Sabtu, 3 September 2016 | 12:09
[MEDAN] Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengistruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan pengamanan dan pengawasan untuk mengantisipasi adanya aksi bom susulan di tengah masyarakat saat melaksanakan ibadah.
"Seluruh jajaran sampai di tingkat kepolisian sektor diperintahkan untuk melakukan penjagaan di seluruh gereja dan rumah ibadah lainnya," ujar Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Jumat (2/9) malam.
Ia mengatakan, pengamanan mengantisipasi aksi kelompok radikalime mulai ditingkatkan. Seluruh intelijen dikerahkan mengawasi setiap rumah ibadah. Selain itu, pengamanan polisi berpakaian seragam juga dilakukan saat ibadah di gereja. "Kami minta masyarakat, khususnya umat Kristiani untuk tidak keberatan, memaklumi tugas anggota saat berjaga, dan melakukan pemeriksaan atas tas yang dibawa jemaat. Ini bertujuan untuk mencegah adanya aksi susulan bom bunuh diri," katanya.
Menurutnya, situasi keamanan di tengah masyarakat pascaserangan percobaan bom bunuh diri tersebut, masih tetap terjaga. Polisi masih meningkatkan pengawasan dan patroli di tengah masyarakat. Polisi juga meminta masyarakat untuk aktif.
"Kita minta masyarakat, termasuk jemaat gereja untuk berperan aktif dalam melihat lingkungan dan orang sekitarnya. Jika melihat orang mencurigakan maka sebaiknya dilaporkan segera kepada polisi untuk diamankan," sebutnya.
Terkaait hal ini, mantan terorisme Khairul Gazali mengingatkan aparat kepolisian dan intelijen negara mengantisipasi adanya serangan susulan lebih besar menyusul kegagalan Ivan dalam melakukan percobaan bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep Medan. "Masih banyak Ivan lainnya yang sudah direkrut dan dicuci otaknya untuk dijadikan bom pengantin. Mereka melakukan amaliyat jihad. Tindakan dan perbuatan mereka memalukan agama Islam," ujar Khairul Gazali.
Gazali mengungkapkan, sel pergerakan jihad sudah lama aktif di Medan. Ini sudah terlihat dari berbagai peristiwa yang pernah mengguncang seperti, Komando Jihad di tahun 1976, pembajakan Garuda Woyla tahun 1981 dan aksi peledakan bom gereja tahun 2000 lalu.
"Selain itu, perampokan Lippo Bank tahun 2003, perampokan Bank Sumut tahun 2009, perampokan Bank CIMB tahun 2010, hingga penyerangan Polsek Hamparan Perak tahun 2010 silam. Yang terakhir ini, percobaan bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep Medan," katanya.
Menurutnya, anak remaja yang termasuk masih duduk di sekolah umum menjadi target sasaran doktrin kelompok radikalisme itu. Kalangan remaja lebih mudah dicuci otaknya karena masih labil. Ada ratusan orang yang sudah direkrut dan didoktrin untuk melakukan teror.
Jadi Pelajaran
Sementara itu, Makmur Hasugian orangtua Ivan tersangka percobaan bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep Jl Dr Mansur Medan mengharapkan, tidak ada lagi anak di bawah umur yang menjadi korban pencucian otak kelompok radikalisme.
"Kasus anak kami merupakan pelajaran berharga buat kalangan orangtua untuk meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap anak - anaknya yang masih muda. Jangan sampai ada lagi yang menjadi korban pencucian otak yang didoktrin menebar aksi teror," katanya.
Makmur bersama istrinya Arista mengaku masih sangat terpukul atas perbuatan yang dilakukan anaknya tersebut. Apalagi, anaknya itu melakukan percobaan bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep Jl Dr Mansur Medan, 28 Agustus 2016. "Awalnya, anak saya itu tidak mau memberitahukan orang yang memberikan perintah. Namun, setelah saya mengancam untuk tidak makan dan minum bila dia terus diam kepada penyidik, akhirnya anak kami itu mau mengungkapnya," kata Arista.
Arista mengharapkan, aparat kepolisian dapat menangkap orang yang memberikan perintah terhadap anaknya untuk melakukan bom bunuh diri tersebut. Sehingga, tidak ada lagi anak di bawah umur yang menjadi korban berikutnya."Sebenarnya, Ivan merupakan anak yang baik dan tidak pernah melawan orangtua. Dia tidak pernah ketinggalan untuk salat lima waktu. Makanya, kami sangat terkejut saat mengetahui dirinya melakukan percobaan bom bunuh diri," ungkapnya. [155]
Sumber : Waspadai Aksi Teror Susulan, Gereja di Sumut Dijaga Ketat
Demikianlah Artikel Waspadai Aksi Teror Susulan, Gereja di Sumut Dijaga Ketat
Anda sekarang membaca artikel Waspadai Aksi Teror Susulan, Gereja di Sumut Dijaga Ketat dengan alamat link https://wartaberita9.blogspot.com/2016/09/waspadai-aksi-teror-susulan-gereja-di.html
0 Response to "Waspadai Aksi Teror Susulan, Gereja di Sumut Dijaga Ketat"
Posting Komentar